Pengertian Epilepsi atau yang Disebut dengan Ayan

Pengertian epilepsi secara awam adalah kejang berulang. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja dan kapan saja: pria dan wanita, dari semua ras, etnis dan usia. Di Indonesia, epilepsi terjadi pada sekitar 1,1-8,8 juta orang. Jika Anda belum tahu banyak tentang epilepsi, ini adalah titik awal Anda untuk mengetahui hal-hal penting tentang penyakit ini. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

IMG_256

Pengertian Epilepsi Secara Medis

Istilah “Epilepsi” menggambarkan kelainan pada sistem saraf pusat (neurologis) di mana aktivitas otak menjadi tidak normal, yang menyebabkan kejang tak terduga dan spontan atau periode perilaku atau sensasi yang tidak biasa, dan kadang-kadang hilangnya kesadaran. Epilepsi tidak menular, dan bukan penyakit jiwa atau mental.

Apa Penyebab Epilepsi?

Semua fungsi tubuh dikendalikan oleh otak. Jika sesuatu mengganggu fungsi normal otak, serangan epilepsi dapat terjadi. Epilepsi adalah kelainan dengan banyak kemungkinan penyebab, termasuk yang berikut:

  • Trauma tengkorak akibat kecelakaan mobil atau cedera traumatis lainnya.
  • Penyakit otak yang dapat membuat kerusakan pada otak (tumor atau stroke otak)
  • Penyakit menular, seperti AIDS, meningitis, dan ensefalitis virus.
  • Cerebral palsy pada bayi (disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gizi buruk, infeksi pada ibu, atau kekurangan oksigen).
  • Terjadinya hangguan perkembangan, seperti neurofibromatosis dan autisme
  • Penyakit pada organ lain, seperti penyakit ginjal, hati, atau diabetes. 
  • Pecandu alkohol
  • Keturunan / pengaruh gen
  • Pendarahan otak: pembentukan gumpalan darah di dalam otak.
  • Keracunan timbal
  • Penyakit lain yang merusak atau menghancurkan jaringan otak.
  • Demensia pada orang dewasa yang lebih tua.
  • Kejang yang pernah terjadi di masa kecil, misalnya karena demam tinggi dan disertai kejang ringan.

Jenis-Jenis Epilepsi

Ada banyak jenis kejang. Seseorang dengan epilepsi mungkin memiliki lebih dari satu jenis kejang. Kejang biasanya berlangsung hanya beberapa detik atau beberapa menit, setelah kejang selesai, fungsi otak kembali normal. Cara memanifestasikan kejang tergantung pada bagian otak yang terkena dan penyebab epilepsi. Secara umum, ada dua jenis utama epilepsi: kejang fokus dan umum. 

  1. Kejang Fokus

Kejang fokus terletak di satu area otak, dapat berlangsung beberapa menit, dan juga dikenal sebagai kejang parsial. Kejang ini terbagi dalam tiga kategori.

  • Kejang fokus sederhana: mempengaruhi sebagian kecil otak. Kejang ini dapat menyebabkan guncangan atau perubahan sensasi, seperti rasa atau bau yang aneh.
  • Kejang fokus kompleks: dapat membuat penderita epilepsi merasa bingung atau tertegun. Orang tersebut tidak dapat menjawab pertanyaan atau mengikuti instruksi selama beberapa menit.
  • Kejang umum sekunder: dimulai di satu bagian otak, tetapi kemudian meluas ke kedua sisi otak. Dengan kata lain, orang tersebut pertama kali memiliki kejang fokus, diikuti oleh kejang umum.
  1. Kejang Umum

Pengertian epilepsi umum adalah kejang yang mempengaruhi kedua sisi otak, dibagi dalam tiga kategori.

  • Kejang absence: dikenal sebagai kejang petit mal, gangguan ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran singkat, seperti tiba-tiba diam. Namun setelah kondisi normal, penderita melanjutkan kegiatannya seperti semula. Biasanya orang tersebut tidak ingat apa yang terjadi selama kejang.
  • Kejang mioklonik:  ditandai dengan goncangan anggota badan yang tiba-tiba dan sangat cepat, yang berlangsung beberapa detik. Misalnya melempar benda yang sedang dipegang atau mendadak jatuh ke lantai. 
  • Pengertian epilepsi grand mal adalah hilangnya kesadaran secara tiba-tiba, kemudian kejang-kejang dan disertai air liur berbusa.